katazikurasana30. Diberdayakan oleh Blogger.

Tujuan Pembelajaran Matematika Dalam Kurikulum 2006 (BSNP)


B.    Teori Belajar
     Belajar merupakan usaha yang dilakukan oleh individu untuk menghasilkan perubahan tingkah laku melalui pengalaman yang dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adlah segala sesuatu di luar dirinya. Lingkungan tersebut memberikan bantuan dan pengaruh kuat terhadap perubahan tingkah laku hasil belajar. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
     Untuk lebih meningkatkan kemampuan diri, guru perlu mengetahui dan memahami teori-teori belajar hendaknya guru bukan hanya menekankan pada kedalaman konsep, tetapi juga harus mempertimbangkan tentang tingkat perkembangan siswa. Dengan demikian, guru dalam menentukan metode untuk menyampaikan materi, metode yang dipilih harus sesuai dengan teori belajar yang dikemukakan oleh ahli pendidikan.
     Menurut Usman (1993 : 5) bahwa “belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku atau kecakapan manusia”. Sedangkan menurut Syamsudin (1997 : 5) bahwa “belajar adalah suatu proses perubahan pribadi-pribadi seseorang berdasarkan atas pengalaman tertentu”.
     Hilgrad dan Blower dalam Syamsudin (1997 : 6) mengemukakan tentang perubahan tingkah laku hasil belajar, bahwa :
     “Tingkah laku yang diterapkan dalam integrasi terjadi karena pengalaman-pengalaman dalam situasi tertentu, bukan karena kecenderungan alami tertentu atau kematangan kondisi temporer, sehingga perubahan tingkah laku terjadi secara permanen dan bertalian dengan situasi tertentu”.
     Brownell mengemukakan bahwa belajar matematika harus merupakan belajar bermakna dan pengertian. Belajar pada hakikatnya adalah suatu proses yang bermakna. Pendapat di atas sesuai dengan teori belajar mengajar Gestalt yang lebih menekankan perlunya latihan (drill) dalam menanamkan konsep pengertian. Dalam pengajaran matematika harus berdasarkan pada bagaimana siswa dapat belajar secara aktif tanpa mencoba memaksakan siswa di luar tahap dan kesiapan intelektualnya. Konsep matematika adalah ide-ide abstrak, oleh karena itu guru hendaknya mampu mencari solusi dan mempermudah atau mempercepat proses belajar mengajar matematika.

C.     Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar
     Matemtika adalah salah satu bagian dari isi pendidikan yang harus disampaikan di Sekolah Dasar, karena matematika merupakan ilmu yang universal dan mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu, juga memajukan daya pikir manusia. Kurikulum 2006 (BSNP) menjelaskan bahwa :
     “Matematika adalah mata pelajaran yang perlu diberikan kepada semua siswa mulai dari Sekolah Dasar untuk membekali para siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, kritis, kreatif serta kemampuan kerja sama, agar dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah dan tidak pasti dan kompetitif”.

     Tujuan pembelajaran matematika seperti yang diuraikan dalam Kurikulum 2006 (BSNP) adalah agar peserta didik memiliki kemampuan memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah,  merancang model matematika, menyelesaikan model  dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
     Tujuan pembelajaran matematika di atas menggambarkan bahwa matematika adalah suatu ilmu yang berkembang baik secara materi maupun kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu penguasaan materi matematika harus ditanamkan sejak dini. Sehingga siswa mempunyai dasar ilmu untuk dikembangkan dalam menghadapi perkembangan zaman dan teknologi saat ini dan masa yang akan datang.
     Mata pelajaran matematika menurut Kurikulum 2006 (BSNP, 98) meliputi aspek-aspek sebagai berikut : bilangan, geometri, pengukuran dan pengolahan data.
     Materi di kelas 1 hanya meliputi bilangan saja. Matematika bukanlah mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa, terbukti dengan fakta bahwa sebelum bisa membaca dan menulis, anak pra sekolah sudah dapat berhitung lebih dulu dengan menghafalkan urutan bilangan. Tetapi pada tahap selanjutnya matematika selalu dianggap mata pelajaran yang sangat sulit. Kesulitan yang dialami siswa ini akan mengurangi minat dan motivasi siswa untuk belajar.

Untuk melanjutkan silahkan ---------- KLIK DISINI -----------   
0 Komentar untuk "Tujuan Pembelajaran Matematika Dalam Kurikulum 2006 (BSNP)"

Back To Top