katazikurasana30. Diberdayakan oleh Blogger.

Contoh Makalah IPS tentang Modul Geografi

Pelajaran Geografi adalah merupakan pelajaran yang dianggap tidak mudah bagi sebagian besar siswa. Banyak diantara mereka yang tidak tertarik pada mata pelajaran ini, karena begitu luasnya ruang lingkup materi yang dipelajari dalam mata pelajaran geografi ini. Di samping itu, juga banyak siswa ataupun guru yang merasa sulit untuk mendapatkan materi pembelajarannya.
Modul ini akan membahas tentang beberapa materi geografi, antara lain yaitu : biosfer dan aspek sebaran hewan dan tumbuhan; analisis sebaran hewan dan tumbuhan di Indonesia; antroposfer dan aspek kehidupan; serta lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan
A.      BIOSFER DAN ASPEK SEBARAN HEWAN DAN TUMBUHAN
1.         Pengertian Biosfer
Ditinjau dari epistemologinya, istilah biosfer terdiri dari dua kata, yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berate lapisan. Jadi, secara harfiah biosfer berarti lapisan hidup atau organisme.
Persebaran makhluk hidup di permukaan bumi tidak merata. Persebaran itu tergantung pada beberapa faktor seperti berikut :
a)        Perbedaan iklim (klimatik), suhu, curah hujan, kelembaban, dan angin.
b)        Keadaan tanah (edafik), humus tanah, ukuran butir tanah (tekstur), besar kecilnya ukuran tanah, tingkat kegemburan, mineral hara (mineral organik), air tanah, dan kandungan udara.
c)        Tinggi rendahnya permukaan bumi (relief) mempengaruhi pola penyinaran matahari (disebut juga factor fisiografi).
d)       Tindakan manusia (faktor biotik) mengubah bentangan alam yang sudah ada. Misalnya tanah tandus menjadi daerah hutan.
2.         Identifikasi Sebaran Hewan dan Tumbuhan Di Permukaan Bumi
2.1         Persebaran Komunitas Tumbuhan Di Dunia
Komunitas organisme tumbuhan secara umum di dunia dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu : tumbuhan berdasarkan perubahan naik garis lintang (yang berarti pula penurunan temperaturnya) dalam pembagian mintakat (zona) temperatur. Macam tumbuhan tersebar sepanjang tumbuhan kekeringan atau penurunan kelembaban. Tiga macam komunitas tumbuhan tersebut adalah sebgai berikut.
a)        Hutan, tumbuhan utama berupa pohon – pohon besar.
b)        Padang rumput, tumbuhan utama adalah rumput.
c)        Gurun, tumbuhan utama dan kondisi iklimnya.
2.2         Jenis Komunitas, Pembagiannya dan Kondisi Iklimnya
a)        Hutan Tropis
Hutan – hutan basah tropika diseluruh dunia mempunyai persamaan. Sepanjang tahun hutan basah cukup mendapat air dan keadaan alamnya. Sehingga komunitas hutan tersebut akan kompleks. Misalnya, terdapat didaerah tropika dan subtropika yang ada di Indonesia, daerah Australia bagian utara, papua (irian jaya) bagian timur, afrika tengah, dan amerika tengah.
Pohon – pohon utama memiliki ketinggian antara 20-40 meter dengan cabang – cabangnya yang berdaun lebat sehingga membentuk suatu tudung (canopy) yang mengakibatkan hutan menjadi gelap.
Pada hutan bawah tropika selain pepohonan yang tinggi, terdapat yang khas, yaitu liana dan epifit. Rotan adalah jenis liana, sedangkan anggrek adalah jenis epifit.
b)        Hutan gugur
Di dearah yanh briklim sedang, selain terdapat banyak padang rumput dan jading – kadang ada gurun, yang paling khas adalah adanya hutan gugur, yang disebabkan oleh hal – hal berikut :
v  Curah hujan merata sepanjang tahun, yaitu antara 750 sampai 1000 mm per tahun serta adanya musim dingin dan musim panas.
v  Musim yang mendahului musim dingin disebut musim gugur. Tumbuhan yang tahan dingin dapat berkecambah menjelang musim panas.
c)        Taiga
Taiga adalah hutan pohon pinus yang daunnya seperti daun. Pohon – pohon yang terdapat di hutan taiga misalnya konifera, terutama pohon spruce (picea), alder (alnus), birch (betula), dan juniper (juniperus). Taiga kebanyakan terdapat dibelhan bumi bagian utara (Siberia utara, rusia, kanada tengah, dan utara), dengan masa pertumbuhan pada musim panas berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.
d)       Padang Rumput
Daerah padang rumput ini terbentang dari dearah tropika sampai ke daerah subtropika. Curah hujan di daerah padang rumput pada umumnya antara 250 mm – 500 mm/tahun. Contohnya adalah rumput buffalo grasses dan rumput grama.
Padang rumput terdiri dari beberapa macam seperti berikut :
v  Tundra terdpat di daerah bersuhu dingin dan bercurah hujan rendah.
v  Praire (padang rumput) terdapat di daerah dengan curah hujan yang berimbang dengan musim panas. Rumput di praire lebih tinggi dibandingkan rumput tundra.
v  Stepa terdapat didaerah dengan curah hujan tinggi. Daerah stepa umumnya terdiri dari rumput – rumput pendek dan diselingi oleh semak belukar.
v  Tumbuhan yang biasa tahan hidup didaerah sabana adalah jenis tumbuhan yang tahan terhadap kelembaban rendah. Sabana terdiri dari :
·           Belukar tropik
·           Hutan sabana
·           Sabana
·           Semi arid
e)        Gurun
Daerah gurun banyak terdapat di daerah tropis dan berbatasan dengan padang rumput. Curah hujan digurun adalah rendah, yaitu sekitar 250 mm/tahun atau kurang. Apabila hujan turun, tumbuhan digurun segera tumbuh berbunga, dan berbuah dengan cepat.
f)         Tundra
Daearah tundra hanya terdapat dibelahan bumi utara dan kebanyakan terletak di daerah lingkungan kutub utara.i daerah  tundra ini banyak terdapat lumut, terutama sphagnum dan lichenes (lumut kerak).
Biasanya berbunga dengan warana yang menyolok dengan masa pertumbuhan yang sangat pendek sehingga pada musim pertumbuhan, pemandangannya sangat indah.
2.3         Penyebaran Komunitas Hewan Di Dunia
     Keadaan hewan ditiap – tiap daerah (bioma) tergantung pada kemungkinan – kemungkinan yang dapat diberikan daerah itu untuk member makanan. Akibat pengaruh iklim terdapatlah hewan pegunungan, hewan dataran rendah, hewan padang rumput (sabana), hewan hutan tropis, dll.
a)        Hewan Di Daerah Padang Rumput
Spesies – spesies hewan bila dibandingkan dengan habitat darat lainnya hewan pemakan rumput yang besar – besar, misalnya zebra di afrika dll merupakan konsumen primer dipadang rumput. Terdapat juga predator.
b)        Hewan Di Daerah Gurun
Hewan – hewan gurun beradaptasi terhadap lingkungan yang panas dan gersang. Hewan besar sukar menyesuaikan diri terhadap suhu tinggi dan ketiadaan air.
c)        Hewan Di Daerah Tundra
Hewan yang tetap di daerah ini, baik sejenis burung Mau pun mamalia, mempunyai bulu atau rambut yang tebal. Bulu tebal ini berfungsi untuk melindungi tubuhnya dari suhu rendah. Jumlah spesies makhluk hidup yang menetap di daerah tundra sangat sedikit.
d)       Hewan Di Daerah Hutan Basah
Suatu contoh keadaan ekologi yang sama walaupun letak geografis daerahnya berjauhan adalah bahwa herbivore menjadi buruan dari karnivora. Contoh karnivora didaerah Asia-afrika adalah macan tutul,sedangkan di Amerika adalah jaguar.
e)        Hewan di daerah hutan gugur
Beberapa hewan yang hidup di daerah hutan gugur adalah beruang, rusa, raccoon, tupai, dan burung pelatuk.
f)         Hewan di daerah taiga
Kebanyakan burung yang hidup di daerah taiga adalah burung yang berimigrasi ke selatan pada waktu musim gugur. Hewan khas yang terdapat di taiga adalah moose.
B.       ANALISIS SEBARAN HEWAN DAN TUMBUHAN DI INDONESIA
1.         Persebaran Tumbuhan di Indonesia
Indonesia, negara kita yang tercinta ini, terkenal di dunia dengan keanekaragaman floranya. Umumnya flora di Indonesia memiliki ciri-ciri: selalu hijau sepanjang tahun, hanya sebagian kecil yang memperlihatkan adanya musim gugur, jumlah spesiesnya banyak dan banyak tumbuhan endemik. Persebaran flora sangat erat kaitannya dengan faktor geologi, iklim dan ketinggian tempat.
1.1    Pembagian Hutan Indonesia Berdasarkan Iklim
Menurut W.Koppen, jika berdasarkan iklim, hutan Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga wilayah, yaitu :
1)        Indonesia Bagian Barat
Wilayah Indonesia bagian barat termasuk dalam wilayah iklim Af (tropis basah). Di wilayah ini terdapat hutan hujan tropis dengan cirri antara lain :
v  Daun lebat
v  Rata – rata ketinggian pohon adalah 60 m.
v  Banyak terdapat pohon memanjat.
v  Banyak tumbuh pohon epifit (pakis dan anggrek).
2)        Indonesia Bagian Tengah
Wilayah Indonesia bagian tengah termasuk dalam wilayah iklim Am (tropis sedang). Di wilayah ini terdapat hutan musim dengan ciri antara lain :
v  Pohon lebih rendah dari hutan hujan tropis.
v  Pada musim kemarau daunnya gugur.
v  Pada musim penghujan mulai bertunas.
3)        Indonesia bagian timur
Wilayah Indonesia bagian timur termasuk dalam wilayah iklim Aw (tropis kering). Di wilayah ini terdapat hutan sabana dengan ciri antara lain padang rumput, terdapat semak – belukar, dan pohon – pohon rendah.
1.2    Jenis Flora berdasarkan Faktor Geologi
Secara geologis, pulau-pulau di Indonesia Barat pernah menyatu dengan benua Asia sedangkan pulau-pulau di Indonesia Timur pernah menyatu dengan benua Australia. Oleh karena itu tumbuhan di benua Asia mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan tumbuhan di Indonesia Barat demikian pula ciri-ciri tumbuhan di Indonesia Timur mirip dengan tumbuhan di benua Australia. Berdasarkan hal tersebut, flora di Indonesia dibedakan dalam tiga wilayah, yaitu flora di dataran Sunda, di dataran Sahul dan di daerah Peralihan.
1)        Flora di Dataran Sunda
Flora di dataran Sunda disebut juga flora Asiatis karena ciri-cirinya mirip dengan ciri-ciri tumbuhan Asia. Ingat sejarahnya bukan? Contoh-contohnya yaitu: tumbuhan jenis meranti-merantian, berbagai jenis rotan dan berbagai jenis nangka. Hutan Hujan Tropis terdapat di bagian Tengah dan Barat pulau Sumatera dan sebagian besar wilayah Kalimantan.
Di dataran Sunda banyak dijumpai tumbuhan endemik. Di Kalimantan 59 jenis dan di Jawa 10 jenis. Apakah tumbuhan endemik itu? Tumbuhan endemik adalah tumbuhan yang hanya terdapat pada tempat tertentu dengan batas wilayah yang relatif sempit dan tidak terdapat di wilayah lain. Misalnya bunga Rafflesia Arnoldii hanya terdapat di perbatasan Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan. Anggrek Tien Soeharto yang hanya tumbuh di Tapanuli Utara,Sumatera Utara.
2.         Persebaran Hewan di Indonesia
Seperti pada pembagian tumbuhan, Indonesia dibagi menjadi tiga daerah hewan, yaitu :
2.1    Indonesia Bagian Barat
Di wilayah Indonesia bagian barat terdapat hewan – hewan yang mirip hewan di daerah asia. Contohnya :
v  Harimau, terdapat di jawa, Madura, dan Bali
v  Beruang, terdapat di Sumatera dan Kalimantan
v  Gajah, terdapat di hutan – hutan sumatera, mirip gajah di india
v  Badak, terdapat di sumatera dan jawa. Badak ini mirip badak di Malaysia, Thailand, Indocina, India, dan Myanmar
v  Banteng, terdapat di jawa dan Kalimantan
v  Mawas (orang utan), terdapat di sumatera dan Kalimantan
v  Siamang (kera berwarna hitam dan tidak berekor), terdapat di sumatera
v  Tapir, terdapat di sumatera dan Kalimantan
v  Kera gibbon, terdapat di sumatera dan Kalimantan
2.2    Indonesia Bagian Tengah
Hewan – hewan yang terdapat di wilayah Indonesia bagian tengah adalah campuran dari hewan Indonesia bagian barat dan timur. Selain itu, di Indonesia bagian tengah terdapat hewan – hewan khas Indonesia, seperti berikut ini :
v  Biawak dan komodo, terdapat di pulau komodo, Nusa Tenggara Timur.
v  Anoa (mirip lembu dan hidup liar), terdapat di Sulawesi.
v  Babi rusa dengan taring panjang dan melengkung, terdapat di Sulawesi dan Maluku bagian barat.
v  Burung Maleo merupakan burung yang sangat langka, terdapat di Sulawesi dan kepulauan Sangihe.
2.3    Indonesia Bagian Timur
Hewan – hewan di wilayah Indonesia bagian timur mirip dengan hewan – hewan di Australia. Contohnya :
v  Kangguru pohon (binatang berkantung, terdapat di Papua (Irian Jaya)
v  Burung Cendrawasih, terdapat di Papua (Irian Jaya) dan kepulauan Aru.
v  Burung kakaktua, berjambul merah dan berjambul putih, terdapat di Maluku.
C.      ANTROPOSFER DAN KEPENDUDUKAN
1.         Pengertian Antroposfer
Antroposfer adalah salah satu obyek material dari kajian geografi yang membahas mengenai dinamika manusia yang meliputi kelahiran, kematian, dan migrasi. Antroposfer mempelajari tentang kondisi demografis suatu wilayah yang meliputi jumlah penduduk, kepadatan penduduk, pertumbuhan penduduk, dan lain-lain.
2.         Kependudukan
2.1    Jumlah  dan Persebaran Penduduk
Pertumbuhan penduduk dunia sangat pesat tahun 1999 jumlahnya mencapai 6 milyar dan pada tahun 2005 mencapai 9 milyar. Pertumbuhan yang melesat ini dikenal sebagai ledakan jumlah penduduk.
1)        Dampak Ledakan Penduduk
Pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat dapat menimbulkan berbagai masalah, antara lain adalah sebagai berikut :
a.         Persaingan Lapangan Pekerjaan, semakin tinggi pertumbuhan penduduk semakin banyak orang memperebutkan lapangan pekerjaan.
b.         Persaingan untuk mendapat permukiman, kondisi ini biasanya terjadi dikota-kota besar, mereka yang tidak mendapatkan pemukiman yangterjangkau biasanya tinggal di kawasan kumuh.
c.         Kesempatan pendidikan, pertambahan penduduk yang tinggi tidak diimbangidengan pembangunan sarana dan prasarana mengakibatkan tidak semuapenduduk memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak.
2)        Pengendalian Peledakan Penduduk
Oleh karena peledakan penduduk bisa menimbulkan berbagai dampak masalah, maka hampir tiap Negara memikirkan cara untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Adapun cara yang biasanya dipergunakan adalah sebagai berikut :
a.         Insentif dan sanksi. Insentif merupakan tunjangan biaya yang diberikan olehpemerintah berwenang. Sanksi merupakan pembatasan tujangan yangdiberikan pemerintah berwenang.
b.         Pendidikan tentang keluarga berencana.
2.2    Komposisi Atau Susunan Penduduk
1)        Menghitung Jumlah Penduduk
a.         Sensus Penduduk
Sensus penduduk dapat dibedakan atas dua macam, yakni sensus de facto dan dejure. Sensus de facto adalah penghitungan penduduk atau pencacahan penduduk yangdilakukan terhadap setiap orang yang pada waktu sensus diadakan berada dalamwilayah sensus. Sementara sensus de jure adalah pencacahan yang hanya dikenakanpada penduduk yang benar-benar bertempat tinggal dalam wilayah sensus tersebut.
b.         Registrasi
Registrasi merupakan kumpulan keterangan mengenai kelahiran, kematian dansegala kejadian penting manusia, misalnya perkawinan, perceraian, pengangkatan anakdan perpindahan penduduk.
c.         Survei
Survei merupakan pencacahan penduduk dengan cara mengambil contoh daerah.
2)        Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin
Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk atas dasar kriteriatertentu. Berdasarkan jenis kelamin, penduduk dapat dikelompokkan menjadipenduduk lak-laki dan perempuan. Sementara berdasarkan umur, penduduk dapat dikelompokkan menurut ukuran rentang usia tertentu, misalnya satu tahun, lima tahun,dan dua puluh lima tahun.
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat disajikan dalambentuk tabel atau bentuk grafik. Grafik susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin pada saat tertentu yang berbentuk piramida disebut piramida penduduk. Piramida penduduk dapat digolongkan ke dalam tiga macam, yaitu piramida penduduk muda, piramida penduduk stasioner, dan piramida penduduk tua.
a.         Piramida penduduk muda
Piramida ini menunjukkan bahwa penduduk suatu negara tersebut sedang mengalmai pertumbuhan.
b.         Piramida penduduk Stasioner 
Piramida ini menunjukkan bahwa penduduk dalam suatu negaratersebut keadaan stasioner atau tetap. Piramida penduduk ini menunjukkan bahwa jumlah kelahiran dan kematian seimbang.
c.         Piramida penduduk tua
Piramida ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk suatu negaratersebut berada pada kelompok usia tua.
2.3    Menghitung Pertumbuhan Penduduk Suatu Wilayah
Pertumbuhan penduduk adalah keseimbangan dinamis antarakekuatan kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk.  Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, yaitukelahiran, kematian, dan migrasi. Faktor pertumbuhan penduduk, kelahiran dan kematian disebut faktor alami, sedang migrasi disebut faktor nonalami. Kelahiran bersifat menambah, sedangkan kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk. Faktor migrasi dapat menambah atau mengurangi jumlah penduduk. Migrasi yang bersifat menambah disebut migrasi masuk (imigrasi) dan migrasi yang bersifat mengurangidisebut migrasi keluar (emigrasi).
1)        Mengukur Pertumbuhan Penduduk
a.         Pertumbuhan Penduduk Alami (natural increase)
Pertumbuhan penduduk alami adalah selisih jumlah kelahiran dengan jumlah kematian.
Dimana :
T       :  pertumbuhan penduduk
L       :  jumlah kelahiran
M      :  jumlah kematian
Contoh :
Diketahui jumlah kelahiran penduduk kota Bekasi pada tahun 2006 adalah 8.000 jiwa dan angka kematiannya 3.000 jiwa. Berapakah pertumbuhan alaminya ?
Jawab : T = ( 8.000 - 3.000 ) = 5.000 jiwa.
Pertumbuhan penduduk kota Bekasi tahun 2006 adalah 5.000 jiwa
b.         Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan penduduk total memperhitungkan migrasi (imigrasi dan emigrasi), dengan rumus sebagai berikut :
Dimana :
T          :  pertumbuhan penduduk
L          :  jumlah kelahiran
M         :  jumlah kematian
I           :  jumlah imigrasi
E          :  jumlah emigrasi
Contoh :
Diketahui jumlah kelahiran penduduk kota Bekasi pada tahun 2006 adalah 8.000jiwa dan angka kematiannya 3.000 jiwa. Jumlah Imigrasi 2.000 jiwa dan emigrasi 1.000jiwa. Berapakah pertumbuhan totalnya ?
Jawab : T = (8.000 - 3.000) + (2.000 - 1.000 ) jiwa = 5.000 + 1.000= 6.000 jiwa.
Jadi, pertumbuhan penduduk total kota Bekasi tahun 2006 = 6.000 jiwa.
2)        Proyeksi Penduduk 
Jumlah penduduk di masa yang akan datang dapat dihitung atau diproyeksikanmengenai jumlah penduduk masa yang akan datang sangat penting.

Dimana :
Pn   :  jumlah penduduk pada tahun n (ditanyakan)
Po   :  jumlah penduduk pada tahun o atau tahun dasar (diketahui)
n     :  jumlah tahun antara o hingga n
r      :  tingkat pertumbuhan penduduk per tahun (dalam %)
3)        Kelahiran (natalitas)
a.         Faktor-faktor pronatalitas
v  Kawin usia muda
v  Tingkat kesehatan
v  Anggapan banyak anak banyak rezeki.
b.         Faktor-faktor antinatalitas
v  1.      Pembatasan umur menikah
v  2.      Program Keluarga Berencana
v  3.      Pembatasan tunjangan anak
v  4.      Anak merupakan beban
Pengukuran kelahiran dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu :
a.        Angka Kelahiran KasarAngka kelahiran kasar (crude birth rate disingkat CBR) menunjukkan jumlah kelahiran tiap 1.000 penduduk setiap tahun, dengan rumus sebagai berikut :
Dimana :
B    :  Banyaknya anak yang lahir (birth) pada tahun tertentu
P     :  Jumlah penduduk (population) pada pertengahan tahun
K    :  Konstanta (1000)
b.        Angka Kelahiran Menurut Umur.
Cara pengukuran kelahiran metode CBR seringkali kurang memuaskan karenatidak memperhatikan pembagian menurut jenis kelamin dan menurut golongan umur.
Dimana :
Bx     :  Jumlah anak yang lahir dari wanita kelompok umur x
Px     :  Jumlah wanita pada kelompok umur x
k        :  Konstanta (1.000) 
4)        Kematian (mortalitas)
a.         Faktor-faktor anti mortalitas
v  Tersedianya fasilitas kesehatan yang memadai,
v  Lingkungan yang bersih dan teratur,
v  Adanya ajaran agama yang melarang bunur diri,
v  Tingkat kesehatan masyarakat yang tinggi sehingga penduduk tidak mudah terserang penyakit.
b.         Faktor-faktor promortalitas
v  Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,
v  Fasilitas kesehatan yang kurang memadai, misalnya kurangnya rumahsakit, peralatan kesehatan, dan obat-obatan,
v  Seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas,
v  Adanya bencana alam yang meminta korban jiwa,
v  Terjadinya peperangan.
Pengukuran kematian dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu :
a.          Angka Kematian KasarAngka kematian kasar (crude death rate / CDR) adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian setiap 1.000 penduduk setiap tahun, dengan rumus sebagai berikut :
b.         Angka Kematian Menurut Umur Angka kematian menurut umur (Age Specific Death Rate/ASDR) adalah angka yang menyatakan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu setiap 1.000penduduk dalam kelompok umur yang sama, dengan rumus:
 
2.4    Kualitas dan Permasalahan Kependudukan di Indonesia
1)        Persebaran dan Kepadatan Penduduk 
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk tiaptiapdaerah atau negara adalah sebagai berikut.
a.         Faktor Fisiografis
Penduduk selalu memilih tempat tinggal yang baik, strategis, tanah subur, relief baik, cukup air, dan daerahnya aman.
b.         Faktor Biologi
Tingkat pertumbuhan penduduk di setiap daerah adalah berbeda-beda karenaadanya perbedaan tingkat kematian, tingkat kelahiran, dan angka perkawinan.
c.         Faktor Kebudayaan dan Teknologi
Daerah yang masyarakatnya maju, pola berpikirnya bagus, dan keadaanpembangunan fisiknya maju akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan daerahyang terbelakang.Kepadatan penduduk dapat dibedakan atas dua macam, yaitu :
v  Kepadatan penduduk aritmatik, yaitu jumlah rata-rata penduduk setiap km2, dengan persamaan :
v  Kepadatan penduduk agraris, yaitu jumlah rata-rata penduduk petani setiap tahunluas lahan pertanian,

2.5    Kualitas Penduduk Berdasarkan Pendidikan, Kesehatan,  Mata pencaharian, Dan Pendapatan.
1)        Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Menurut tingkat pendidikannya, penduduk dapat dikelompokkan menjadi penduduk yang buta huruf dan yang melek huruf. Beberapa hal yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut :
a.         Masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.
b.         Pendapatan penduduk yang rendah menyebabkan anak tidak dapat melanjutkansekolah karena tidak mempunyai biaya.
c.         Kurang dan tidak meratanya sarana pendidikan.
Untuk menaikkan tingkat pendidikan penduduk, pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah, antara lain sebagai berikut :
a.         Membangun sekolah-sekolah baru terutama SD Inpres di daerah-daerah yang kurang jumlah sekolahnya.
b.         Mengadakan perbaikan dan penambahan alat-alat pratikum, laboratorium, perpustakaan dan buku-buku pelajaran.
c.         Menambah dan meningkatkan kualitas guru.
d.        Mencanangkan program wajib belajar dan orang tua asuh.
e.         Memberikan beasiswa kepada murid-murid yang berprestasi.
f.          Menjalankan Undang-Undang Dasar.
2)        Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Kesehatan
Penduduk suatu negara dikatakan berkualitas tinggi apabila tingkat kesehatannya juga tinggi. Dalam upaya menaikkan tingkat kesehatan masyarakat, dilakukan langkah-langkah :
a.         Memperbanyak dan meningkatkan fungsi rumah sakit, puskesmas, dll.
b.         Menambah jumlah serta menaikan kualitas tenaga medis.
c.         Menyelenggarakan penyuluhan kesehatan, gizi, dan lingkungan.
d.        Mengadakan imunisasi massal secara murah atau gratis.
e.         Mengadakan Posyandu.
3)        Kualitas penduduk menurut mata pencaharian penduduk 
Dengan meningkatnya tingkat pendidikan, maka kualitas tenaga kerja punmenjadi meningkat, sehingga lapangan kerja yang ada dapat terisi oleh tenagakerja yang berkualitas baik.
4)        Kualitas penduduk menurut Pendapatan (Penghasilan)
Besarnya penghasilan dapat mempengaruhi taraf hidup seseorang. Makin tinggi penghasilan makin tinggi pula tarap hidupnya. Pendapatan per kapita itu dipengaruhi oleh besar kecilnya pendapatan ekonomi nasional dalam satu tahun yang disebut GNP (Gross National Product) dan perkembangan jumlah penduduk.Rasio ketergantungan (dependency ratio) adalah suatu angka yang menunjukkan besar beban tanggungan atau besar angka ketergantungan dari kelompok usia produktif terhadap kelompok tidak produktif, dengan persamaan :

Sedangkan Sex Ratio adalah suatu angka yang menunjukkan jumlah penduduklaki-laki dibandingkan jumlah penduduk perempuan di suatu wilayah. Persamaannya adalah :

2.6    Masalah Kependudukan Di Indonesia
Tidak ada satu pun diantara kita yang tidak akan mengkaitkan penguasaan teknologi dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Berbagai pandangan telah banyak dikemukakan berkaitan denganketidak mungkinan kita menghindar dari pengaruh dan kebutuhan akan teknologi. Adapun berbagai permasalahan kependudukan di Indonesia antara lain sebagai berikut :
1)        Jumlah penduduknya banyak.
2)        Pertumbuhan penduduknya cepat. 
3)        Persebaran penduduknya yang tidak merata.
4)        Komposisi penduduk kurang menguntungkan.
5)        Arus urbanisasi tinggi.
Beberapa usaha untuk mengatasi permasalahan kependudukan dan lingkungan hidup, diantaranya :
1)        Perencanaan, pengaturan, dan pembatasan usia minimal pernikahan.
2)        Perencanaan, pengaturan dan pembatasan kelahiran.
3)        Meratakan persebaran penduduk.
4)        Memperluas kesempatan kerja
5)        Menyelenggarakan pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup.
6)        Intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.
7)        Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
8)        Perluasan industrialisasi.
9)        Penggunaan tanah untuk pertanian, perindustrian.
D.      LINGKUNGAN HIDUP UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
1.         Hakikat Lingkungan hidup
Kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, makhlik hidup, termasuk didalamnya  manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya (UU no. 4/1982/tentang pokok pengelolaan lingkungan hidup).
2.         Penggolongan lingkungan hidup
Lingkungan hidup merupakan satu kesatuan yang membentuk suatu wilayah (ekosistem), didalamnya meliputi lingkungan alam hayati, non hayati dan buatan serta social. Lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
1)        Lingkungan hidup alamiah (semua benda, keadaan, makhluk hidup dan komponen-komponen abiotik lainnya, dimana kondisinya masih serba alamiah dan tanpa atau sedikit campur tangan manusia. Contoh : hutan primer, daerah aliran sungai (DAS), hutan mangrove.
2)        Lingkungan hidup buatan (lingkungan hidup alami  yang sudah didominasi kehadiran manusia). Jumlah penduduk yang makin meningkat memaksa manusia mengubah lingkungan hidup alamiah. Lingkungan hidup binaan ini selalu ditandai oleh timbulnya limbah yang membawa dampak bagi kehidupan manusia.
3.         Unsur-unsur lingkungan hidup
Unsur-unsur lingkungan hidup terdiri atas :
1)        Unsur Abiotik (tidak hidup). Komponennya meliputi air, udara dan tanah.
2)        Unsur Biotik (hidup). Unsur biotik  adalah segala sesuatu yang terdapat disekitar kita yang berwujud makhluk hidup.
3)        Unsur Sosial budaya. Manusia adalah bagian dari unsure-unsur ekosistem yang tidak mungkin dapat dipisahkan. Oleh karena itu, seperti halnya dengan organism lainnya kelangsungan hidup manusia tergantung pula pada kelestarian ekosistemnya.
4.         Bentuk kerusakan lingkungan
1)        Kerusakan akibat proses alam
Bumi tidak statis, selalu berubah dan sampai saat ini perubahan itu masih terus berlangsung. Misalnya, benua yang bergerak, gunung meletus, gempa bumi, angin topan, terjadi penyimpangan musim antara musim hujan dengan kemarau. Kejadian itu diluar pengaruh kegiatan manusia dan manusia pun tidak mampu mencegahnya.
2)        Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia
Masalah lingungan saat ini telah menjadi masalah global yang dirasakan bukan hanya oleh Negara bersangkutan tetapi oleh Negara lain, seperti kebakaran hutan di Indonesia asapnya sampai kenegara tetangga seperti Malaysia, singapura, dan Brunai Darussalam. Beberapa kerusakan akibat ulah manusia antara lain ; kebakaran hutan, pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah serta kerusakan hutan.
5.         Usaha pelestarian lingkungan hidup
Mengingat kondisi lingkungan kita sudah tercemar parah maka sudah sewajarnya kalau kita semua ikut bertanggug jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup agar kualitas lingkungan tidak menurun. Tanggung jawab dalam menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat.
Beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah antara lain :
1)        Undang-undang no. 4 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup
2)        Surat keputusan menteri perindustrian no 148/11/SK/4/1985 tentang pengamanan bahan beracun berbahaya di perusahaan industry.
3)        Peraturan pemerintah (PP) Indonesia n0 29 tahun 1986 tentang analisis mengenai dampak lingkungan.
4)        Pembentukan badan pengendalian lingkungan hidup pada tahun 1991.
Beberapa usaha yang bias di lakukan untuk pelestarian lingkungan hidup, yaitu :
1)        Melakukan pengelolaan tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan serta mengatur system irigasi atau drainase sehingga aliran tidak tergenang.
2)        Mengolah limbah terlebih dahulu sebelum dibuang agar tidak mencemari lingkungan.
3)        Reboisasi pada lahan-lahan kritis, tandus dan gundul
4)        Melakukan system tebang pilih agar kelestarian hutan, sumber air dan fauna yang ada di dalamnnya dapat terjaga.
5)        Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industri  yang ramah lingkungan.
6)        Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perilaku para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) agar tidak mengeksploitasi hutan secara besar-besaran.
6.         Hakikat Pembangunan berkelanjutan
Tujuan pembangunan antara lain meningkatkan kesejahteraan sekaligus martabat manusia. Dengan demikian, pembangunan dapat dikatakan berhasil jika memenuhi beberapa kondisi yang sesuai dengan indikator pembangunan.
Beberapa indikator dari pembangunan adalah :
a.         Meningkatnya kesejahteraan hidup masyarakat.
b.        Memiliki fungsi dan peruntukan yang tepat.
c.         Memiliki dampak yang minimum terhadap kerusakan lingkungan.
Pembangunan berkelanjutan (Sustainable development) adalah pembangunan yang dalam perencanaan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan memperhatikan Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Hal ini dimaksudkan agar generasi mendatang dapat pula menikmati kualitas dan kuantitas sumberdaya alam sebagai mana yang kita nikmati sekarangsehingga kita mewariskan pencemaran dan kerusakan pada generasi penerus kita.
Dasar hukum pelaksana AMDAL di Indonesia diatur dalam pasal 16 Undang-undang lingkungan hidup tahun 1982 yang berbunyi : “Setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan yang pelaksanaannya diatur dengan peraturan pemerintah.”
7.         Ciri pembangunan berwawasan lingkungan
Pembangunan yang berwawasan lingkungan adalah bentuk pembangunan yang tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan kelestarian sumberdaya alam. Pembangunan yang berwawasan lingkungan akan menghasilkan suatu pembangunan yang berkelanjutan dan seimbang, pembangunan ini melaksanakan konsep dan analisis SWOT ( strenght, Weakness, Opportunity, and Threats) atau Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
Berdasarkan uraian tersebut maka secara ringkas ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan antara lain :
1)        Dilakukan dengan perencanaan yang matang dengan mengetahui dan memahami kekuatan,kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki serta yang akan timbul dikemudian hari.
2)        Memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga dapat mendukung kesinambungan pembangunan
3)        Meminimalisasi dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan
4)        Melibatkan partisipasi warga masyarakat, khususnya masyarakat yang berada disekitar lokasi pembangunan.
8.         Faktor pendukung pembangunan berkelanjutan
Faktor pendukung pembangunan berkelanjutan antara lain:
1)        Terjaganya proses ekologi
2)        Ketersediaan sumberdaya, karena pada hakikatnya proses pembnagunan merupakan usaha yang disengaja untuk meningkatkan fungsi dan nilai sumberdaya tersebut agar dapat lebih efisien serta berusaha mencari sumberdaya alternatif.
3)        Dukungan lingkungan sumberdaya.
Karena pembangunan mempunyai dampak terhadap lingkungan , maka perlu dilakukan pengelolaan lingkungan hidup  yang bertujuan untuk :
1)        Tercapainya keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan.
2)        Terkendalinya pemanfaatan sumberdaya secara bijaksana.
3)        Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan.
4)        Memperkecil tingkat kerusakan terhadap lingkungan hidup
Tag : Makalah IPS
0 Komentar untuk "Contoh Makalah IPS tentang Modul Geografi"

Back To Top