katazikurasana30. Diberdayakan oleh Blogger.

Contoh Latar Belakang Penelitian, Identifikasi Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian dalam Proposal IPA


A.      Judul Penelitian

B.       Latar Belakang Penelitian
Pendidikan IPA (Sains) merupakan salah satu konsep yang ditawarkan di sekolah dasar yang memiliki peran penting dalam pembentukan kepribadian intelektual anak. Umumnya masyarakat mengenal pembelajaran sains sebagai pola pembelajaran yang lebih banyak memberikan informasi tentang konsep-konsep materi sains berupa fenomena-fenomena alam atau lingkungan sekitar, dan juga terkait dengan prinsip-prinsip dan hukum-hukum dalam sains. Namun, jika pola pembelajaran hanya dalam bentuk memberikan informasi saja, maka siswa dapat terjebak dalam sistem pembelajaran yang hanya mengandalkan hafalan, sehingga siswa cenderung mudah bosan dengan sistem pembelajaran seperti ini.
Semua aktivitas dan hasil belajar  dalam pembelajaran IPA perlu diketahui tingkat ketercapaiannya. Komponen pembelajaran yang dapat memberikan informasi tentang tingkat ketercapaian pembelajaran IPA yang dilakukan siswa ialah penilaian. Pada Permendiknas No 20 tahun 2007 tentang standar penilaian dijelaskan bahwa penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar siswa. Oleh karena itu penerapan asesmen merupakan salah satu bagian penting dalam suatu proses pembelajaran yang terkait dengan pencapaian hasil belajar siswa. Pola asesmen yang baik dapat memberikan kontribusi positif terhadap proses belajar mengajar dan akan berpengaruh pada hasil belajar siswa.
Seyogyanya guru hanya menekankan pada penguasaan konsep (kognitif) yang di uji dengan tes tulis obyektif dan subyektif sebagai alat ukurnya. Sehingga guru kurang fokus dalam pengembangan keterampilan proses anak pada pembelajaran. Fenomena ini menunjukkan bahwa sistem penilaian yang digunakan dalam mengukur hasil belajar siswa sangat berpengaruh terhadap strategi pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan oleh guru. Sistem penilaian yang benar adalah tentunya harus selaras dengan tujuan dan proses pembelajaran.
Penggunaan sistem penilaian yang komprehensif dapat mengukur kemampuan siswa secara kognitif, afektif dan psikomotor. Dengan demikian maka diperlukan suatu asesmen yang dapat mengukur hasil belajar siswa agar kualitas pembelajaran dapat berkembang lebih baik. Alat penilaian yang dapat digunakan oleh guru dalam menilai ketercapaian hasil belajar siswa, baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotor salah satunya yaitu portofolio. Berdasarkan rujukan dari penyataan Surpranata, Hatta dan Depdiknas, Portofolio merupakan pendekatan baru yang akhir-akhir ini sering diperkenalkan para ahli pendidikan sebagai alat penilaian untuk dilaksanakan disekolah.
Menurut Asmawi (2001) dalam Yus Anita (2006: 69) :
penilaian portofolio adalah penilaian yang terdiri dari kumpulan hasil karya siswa yang disusun secara sistematis yang menunjukkan dan membuktikan upaya belajar, hasil belajar, proses belajar, dan kemajuan yang dilakukan siswa dalam jangka waktu tertentu.

Fajar (2004: 47) menjelaskan bahwa portofolio merupakan kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan yang telah ditentukan. Penilaian portofolio digunakan oleh guru dan siswa untuk memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa dalam mata pelajaran tertentu. Makna lain portofolio adalah kumpulan dari pekerjaan siswa yang dikoleksi selama periode tertentu.
Dari beberapa pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa portofolio merupakan kumpulan dokumen hasil belajar siswa yang disusun secara sistematis sesuai dengan panduan dan digunakan untuk melihat perkembangan proses belajar siswa dalam waktu tertentu.
Moskal dan Laydens dalam Yus Anita (2006:77) menjelaskan langkah-langkah dalam penilaian portofolio yaitu tahap persiapan, tahap proses dan tahap penilaian. Dalam setiap tahapan dilakukan beberapa aktivitas, misalnya merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dinilai dengan menggunakan portofolio, memotivasi siswa mengerjakan tugasnya, dan membiasakan siswa untuk menilai dirinya sendiri setelah melakukan proses kegiatan belajar mengajar.
Dengan penilaian portofolio guru dan siswa dapat memantau perkembangan dan mendiagnosa kesulitan belajar siswa, menilai kebutuhan, minat, kemampuan akademik, dan karakteristik siswa secara perorangan. Sehingga orang tua dapat melihat seberapa besar perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Pada saat ini, kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013 yang mengandung lima esensi yakni pembelajaran tematik, pembelajaran kontekstual, pendidikan karakter, pendekatan saintifik, dan penilaian autentik.
Salah satu esensi kurikulum 2013 yaitu pendekatan saintifik yang menekankan siswa untuk mengamati, menanya, menalar, mencoba dan membentuk jejaring. Sesuai dengan esensi tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pengembangan asesmen portofolio berbasis pendekatan saintifik. Dengan harapan agar guru dapat melakukan evaluasi asesmen khususnya portofolio yang didalamnya berisi rangkaian instrumen penilaian proses dan hasil belajar siswa dalam mencapai kompetensi yang diharapkan. 

C.      Identifikasi dan Rumusan Masalah
1.      Identifikasi dan Analisis Masalah
Dari latar belakang penelitian, dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut:
a.         Belum dioptimalkannya pelaksanaan penilaian berbasis saintifik yang dapat mengukur hasil belajar siswa, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
b.        Penilaian portofolio dapat memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa dalam pembelajaran.
2.      Rumusan Masalah
Permasalahan dalam penelitian ini dibatasi dengan pertanyaan penelitian sebagai berikut:
a.         Bagaimana  asesmen portofolio di kelas V sekolah dasar yang digunakan saat ini?
b.        Bagaimana rancangan asesmen portofolio berbasis saintifik di kelas V sekolah dasar?
c.         Bagaimana implementasi rancangan asesmen portofolio berbasis saintifik yang diterapkan di kelas V sekolah dasar?
d.        Bagaimana asesmen portofolio berbasis saintifik yang dapat digunakan di kelas V sekolah dasar?
3.      Variabel Penelitian
Variabel pada penelitian ini yaitu asesmen portofolio berbasis saintifik.
4.      Batasan Masalah
Masalah dalam penelitian ini dibatasi hanya pada pengembangan asesmen portofolio berbasis saintifik pada subtema Daur Air di kelas V sekolah dasar.

D.  Tujuan Penelitian
Adapun tujuan pengembangan penelitian yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut :
1.        Untuk mengetahui penggunaan instrumen asesmen portofolio di kelas V saat ini.
2.        Untuk menghasilkan rancangan asesmen portofolio berbasis saintifik  di kelas V sekolah dasar.
3.        Untuk memperoleh gambaran tentang keefektifan asesmen portofolio dalam uji coba asesmen portofolio berbasis saintifik di kelas V sekolah dasar.
4.        Untuk menghasilkan asesmen portofolio berbasis saintifik di kelas V sekolah dasar.
Tag : Proposal IPA
0 Komentar untuk "Contoh Latar Belakang Penelitian, Identifikasi Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian dalam Proposal IPA"

Back To Top